Assalamualaikum,
Hmm akhir-akhir ini tulang belakangku agak nyeri, membuka situs depkes lagi mengenai gangguan pada tulang punggung. Yupz organ tubuh kita bekerja 24 jam non-stop. Punggung adalah salah satunya, pada waktu tidurpun, punggung tetap menjalankan fungsinya untuk senantiasa menjaga postur tubuh.
Komponen punggung
Punggung tersusun dari 24 buah tulang yang disebut Vertebrae (tulang belakang). Masing-masing vertebrae dipisahkan oleh bantalan tulang rawan (diskus). Seluruh rangkaian vertebrae ini membentuk tiga buah lengkung alamiah, yang menyerupai huruf S. Lengkung paling atas disebut segmen servikal (leher). Tengah, segmen toraks (punggung tengah). Terbawah yaitu lumbar (punggung bawah). Postur tubuh yang baik akan melindungi kita dari cedera sewaktu melakukan gerakan karena beban disebarkan merata keseluruh bagian tulang belakang. Postur tubuh yang baik akan diperoleh jika telinga, bahu dan pinggul berada dalam satu garis lurus ke bawah.
Otot punggung ditunjang oleh punggung, perut, pinggang dan tungkai yang kuat dan fleksibel. Semua otot ini berfungsi untuk menahan agar tulang belakang dan diskus tetap dalam posisi normal. Kelemahan pada salah satu otot akan menambah ketegangan pada otot lain dan akhirnya menimbulkan masalah punggung.
Diskus. Bantalan tulan rawan yang berfungsi sebagai penahan goncangan ini terdapat diantara vertebrae, sehingga memungkinkan sendi-sendi untuk bergerak secara halus. Tiap diskus memiliki bagiam tengah seperti bunga karang (berongga kecil-kecil) dan bagian luar yang keras dan mengandung serat saraf untuk rasa nyeri. Juga terdapat cairan yang mengalir kedalam dan keluar diskus. Cairan ini berfungsi sebagai pelumas sehingga memungkinkan punggung bergerak bebas. Diskus yang sehat bersifat elastis, mudah kembali ke bentuk semula jika tertekan diantara kedua vertebra. Pada saat tidur, sangat sedikit cairan yang keluar dari diskus. Itulah sebabnya kita sering mengalami kekakuan otot ketika baru bangun tidur. Gerakan mendadak yang dilakukan sewaktu baru bangun tidur dapat mengakibatkan cedera punggung.
Sebab-sebab Punggung Rusak
Stress. Punggung sangat sensitive terhadap ketegangan otot akibat stress sehari-hari. Dalam keadaan lemah dan kaku, otot punggung mengalami kejang. Kondisi ini menyebabkan aliran darah yang mengangkut oksigen menjadi terhambat, sehingga otot kekurangan oksigen. Akibatnya, penderita mengalami nyeri yang semakin parah jika tidak segera ditangani dokter.
Postur tubuh yang buruk. Postur tubuh yang kurang tepat menyebabkan lengkung tulang belakang tidak berada dalam satu garis lurus sehingga mudah cedera dan menimbulkan kelainan premature pada diskus. Diskus yang rapuh tidak lagi mampu menjadi bantalan vertebra. Kelainan akibat postur tubuh yang buruk yaitu tulang belakang terlalu melengkung ke depan atau belakang.
Kurang Olahraga. Nyeri tulang punggung disebabkan karena buruknya kelenturan otot atau kurang berolahraga. Otot yang lemah, terutama pada daerah perut, tentu tidak mampu menyokong punggung secara maksimal.
Cedera dan ketegangan otot. Gerakan memutar, membungkuk atau mengangkat beban berat yang tidak dilakukan secara benar, akan mengakibatkan ketegangan pada otot atau cedera ligamen (jaringan eleastis yang menjaga kestabilan tulang). Hal yang sama juga dapat terjadi akibat gerakan secara mendadak dalam berolahraga, misalnya ketika berganti atau arah.
Osteoarthritis. Proses penuaan menyebabkan diskus keluar (menonjol) dari tempat semestinya dan menghasilkan pertumbuhan tulang baru seperti taji yang menimbulkan radang sendi disertai nyeri. Postur tubuh dan perawatan tulang belakang yang baik biasanya dapat meredakannya.
Masalah Punggung
Ketegangan pada otot dan ligamen (sindroma muskulo-ligamentosa). Postur tubuh yang buruk, yang berlangsung selama bertahun-tahun dapat menyebabkan otot dan ligamen punggung regang atau robek. Demikian juga dengan cedera punggung yang lama dan tidak diobati. Gejala : Nyeri dan kaku pada punggung, gerak terbatas.
Cedera pada sendi dan ligamen panggul (sindroma sakroiliaka). Gerakan berputar secara mendadak dapat menyebabkan peregangan, keseleo atau robekan pada otot dan ligamen (jaringan yang menghubungkan antar tulang) sendi panggul. Gejala : Nyeri tajam pada kedua sisi panggul sewaktu penderita berdiri..
Cedera sendi (sindroma faset). Pergeseran ringan pada permukaan sendi dapat menyebabkan saraf disekitarnya terjepit atau tertekan. Ligamen disekitar sendi menjadi kejang dan bengkak. Kondisi ini jika dibiarkan selama bertahun-tahun dapat meningkatkan risiko terjadinya cedera punggung. Gejala : Kaku dan nyeri sewaktu membungkuk atau berputar.
Gangguan keseimbangan otot dan pertumbuhan. Perkembangan fisik yang abnormal atau tidak seimbang menyebabkan salah satu tungkai lebih pendek atau lebih panjang sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman atau nyeri.
Cedera Diskus (sindroma diskus). Diskus, yang seharusnya berfungsi sebagai bantalan vertebra, menonjol keluar akibat adanya tekanan, mengalami penipisan (degenerasi) karena proses penuaan atau robek. Cedera diskus dapat disebabkan karena gerakan yang dilakukan secara mendadak. Gejala : Nyeri punggung yang berat dan menetap ketika penderita dalam posisi terlalu membungkuk. Juga disertai nyeri tungkai.
Skoliosis. Tulang belakang membelok ke kanan atau kiri, seringkali terjadi pada remaja wanita, menyebabkan radang sendi punggung yang nyeri. Gejala : Bahu terangkat, tulang belikat menonjol.
Mengatasi Nyeri Punggung
Jauhi stress, belajarlah bersikap rileks dan sejenak menjauhi rutinitas.
Mempelajari cara mengangkat beban, berdiri, duduk dan berbaring dengan benar.
Olahraga teratur, bermanfaat untuk meningkatkan kelenturan otot-otot dan sendi punggung.
Jalani gaya hidup sehat, menjaga berat badan seimbang
Sumber: Depkes.go.id
banyak istirahat mbah....biar punggungnya ng sakitan....
hhihihihihihi...sekaligus banyak olahraga....pagi....
mbah...mbah....cepat sembuh yah.....:D:D:D:D
@achfa: ahmaaaaaaaaddddddd :P :P :P makasi cucu :P :P :P
@fiz: yupz iya fiz wlw kdg2 sk k toilet mlulu:D makasi ya fiz:)
yang 'ajib saya teringat nasehat seorang sinshe yang pernah ngerawat aku waktu kecelakaan (saya pernah tanya2 soal pinggangku, waktu itu belum kambuh) dia bilang bukan semata masalah benturan, tapi ada masalah pencernaan yang berhubungan langsung/tidak dengan tulang punggung. terinspirasi dari beliau saya atur makanan, alhamdulillah berkurang dan bahkan hampir tidak berbekas sakitnya.
@reza: trus da sembuh kan pak reza? mdhan2an uda sembuh n gak sakit lagi. Klo masalah pola makan, olahraga, alhamdulillah saya teratur. cuma memang sering "jinggleng"(bhsa jawanya, bhsa indony apa yah terlalu fokus:D) di depan komputer.