Assalamualaikum,
Biz ngomongin tentang piyu bday jadi mo sharing tentang pengalaman aku. Beberapa waktu lalu di negeri Indonesia Raya yang kita cintai ini rusuh dengan adanya keberadaan agama baru, NII, Lia Eden, dll juga yang terakhir terdengar adalah Ahmadiyah. Dan jujur itu sangat mengkhawatirkan. Apa gak takut Allah murka pada kita karena manusia suka berbuat yang aneh-aneh demi hawa nafsunya termasuk soal agama. Gak heran ada tsunami, gempa, gunung meletus, lumpur yang keluar dari dalam bumi, dll. Sadarilah kita hanya makhluk kecil, kenapa berani menantang Allah Sang Maha Pencipta.
Aku punya pengalaman yang agak gak enak, pertama-tama bertanya kenapa aku bisa mendapatkan pengalaman ini? Apakah aku memang sedang diuji? Atau.. atau.. dan atau, pertanyaan yang lain memenuhi fikiranku, lama-lama aku capai sendiri, lagipula life goes on kan, jadi bagi aku lebih suka menjadikannya ini smua sebagai pelajaran berharga dan berbagi pengalaman agar terhindar dari peristiwa ini. Peristiwa ini dah lama banget, awal-awal aku masuk kuliah. Aku kenal Miss Nan dari jurusan sebelah(katanyaa), suatu hari dia minta ditemani kerumah temannya(daerah Lenteng Agung) karena temannya satu jurusan ma aku, biar pembicaraannya nyambung maksudnya. Yo wis-lah aku fine-fine aja. Pas sampe dirumah temannya jujur hawa-nya agak-agak aneh. Itu memang sebuah rumah tapi bukan rumah yang ada keluarga dsbnya, tapi lebih kepada seperti tempat bimbingan belajar. Yupz karena disana banyak banget anak-anak muda seusiaku dulu, malah mungkin anak-anak bangku sekolah ada juga. Jadi pas pertama aku datang aku curiga itu tempat apa, apalagi aku ngerasa semuanya seperti ngeliatin aku, dan aku beneran jadi judes berat karena hal tersebut. Pas aku tanya tempat apa ini? Mereka cuma menjawab bahwa ini rumah, tapi suka buat les juga. Yupz jawaban ini lumayan logis walaupun bener-bener mencurigakan karena kakak-kakaknya over ramah (kalau orang ramah kan biasa aja, maksud aku kelihatan dong yang ramah tulus ma yang dibuat-buat atau mengharapkan sesuatu, tapi kali itu aku masih berfikiran baik).
Kami ngalor-ngidul ngobrol dan jujur aku lebih banyak diam karena ngerasa gak kenal ma orangnya, tapi orang itu kok kayaknya ngotot mo jelasin sesuatu(walaupun dengan cara yang ramah). Yupz ujung-ujungnya membicarakan tentang perkembangan Islam di Indonesia dan di dunia. Jujur, otak aku kala itu ora mudeng maksudnya, mudeng sih tapi maksudnya dia apa gitu loh ngebicarain itu, karena bahasanya agak aneh kemana-mana. Dan aku lebih suka diam daripada nimbrung. Dia menjelaskan tentang ***, yang menurut aku kala itu aku gak ngerti. Karena dulu belum heboh kasus *** seperti yang sekarang-sekarang ini sudah kita dengar. Aku lalu berfikir baik mungkin *** itu semacam seperti NU atau Muhammadyah, aku lalu izin sholat sambil ngetest orang-orang ini sholat gak sih(aneh kedua temanku tidak sholat, dan terus berfikir hal aneh ada apalagi ini, orang itu berapi-api menjelaskan tentang perkembangan Islam tapi tidak sholat, ini tidak logis dan aku curiga mode on, runtuhlah bualan-bualan pembicaraan yang tadi) dan kala itu aku benar-benar tidak tahu kalau aku sedang ada di puncak bahaya(Ya Allah ya Rabb), mata aku ditutup dan aku dibawa ke dalam mobil dan aku singgah disebuah rumah besar lalu aku dipersilahkan kesebuah ruangan kecil. Aku tenang masuk ke ruangan itu. Ruangan itu bersih berwarna putih dari cat, ubin, plafond semuanya putih dan tidak ada jendela disana hanya ada pintu tempat aku tadi masuk dan keluar. Di meja ada tafsir Al Quran kecil dua buah, dan disebelahku aku melihat ada seorang gadis seumur aku dulu, waktu aku datang dia sedang menunduk pas aku melihat kearahnya dia lirih berkata,
Miss X: Aku ketakutan, sungguh aku ketakutan (kalau dilihat sepertinya sebentar lagi air matanya dia mau menetes)
Sha: kamu takut kenapa?(berusaha gak terlihat takut padahal aku takut juga)
Miss X: Aku tadi sedang di Blok M ma temen lalu diajak kesini. Sekarang aku benar-benar takut. Kita kabur yuk, aku bener-bener takut(tiba-tiba dia nangis bikin aku bingung dan jujur aku juga lagi bingung dan kacau)
Sha: Tenang dulu, sebelumnya nama kamu siapa? Anak mana?
Miss X: Miss X, anak Mustopo (aku langsung mikir, sama-sama mahasiswa(waktu peristiwa itu terjadi aku masih mahasiswa)). Aku takut sama ruangan ini, aku takut ada kamera ada alat perekam, mana gak ada jendela lagi, kita mo diapain nih? Aku takut banget(Miss X bicara)
Sha (aku bener-bener jadi agak panik, apalagi setelah insiden mata ditutup tadi): Iya, kita kabur yah(buru-buru langsung pasang tindakan daripada ngobrol, dan mikir gimana caranya keluar dari ruangan ini, rumah ini)
Aku langsung buru-buru periksa pintu jangan-jangan dikunci dari luar, duh bisa bahaya, alhamdulillah engga, dan aku bingung kenapa orang itu lupa kunci pintu(Alhamdulillah Allah). Aku langsung memegang Miss X, maksud aku mo aku suruh langsung buru-buru lari sekencang-kencangnya langsung turun tangga trus keluar(jangan peduliin mereka). Tapi Miss X kayaknya agak depresi, duh bingung deh aku, soalnya rencana kita pas buka pintu langsung kabur lari sekenceng-kencengnya keluar rumah, dia dah setuju tapi pas prakteknya dia larinya lemot, aku lari dari lantai dua tanpa berhenti, orang-orang disana udah ngeliatin, ada yang mengejar juga. Mereka berhenti ngejar aku pas di garasi, mereka gak brani ngejar aku lagi karena aku sudah di luar garasi dan kala itu sore hari, dan terlihatlah suasana komplek perumahan karena banyak yang hilir mudik jalan sore. Mereka pun teriak,
Mereka: Kembali!! (tapi gak berani keluar dari garasi rumah)
Sha: kaliaaaannnn gak berani kan lewat dari garasi ini kan? Tahu gak, kalian itu bener-bener mencurigakan, maksud kalian apa bawa aku kesini hah?!!
(emosi aku memuncak, ya iyalaah ini bisa termasuk kategori penculikan kayak yang di TV, dan aku gak kira kalau aku ngalamin walaupun belum dan jangan sampe deh 1x24 jam).
Aku kabur, dan aku gak tau nasibnya Miss X gadis Mustopo itu karena kami gak berhasil keluar sama-sama (smoga dia baik-baik saja, demi Allah maafin aku). Pada kondisi seperti itu, aku panik dan di umur aku kala itu aku bingung jalan pulang kemana(ya iyalah tadi kan aku ditutup matanya jadi gak tau jalan). Untunglah Allah masih sayang banget ma aku, aku diberi jalan pulang dan sampe dengan selamat ke rumah tanpa kurang satu apapun jua. Sampai dirumah sore lalu aku sholat Magrib dan mengucap syukur kehadiratNya karena aku masih beriman hanya kepadaNya, Sang Maha Pengasih dan Penyayang. Bertepatan dengan kejadian itu pas aku ulang tahun jadi pas aku pulang aku disambut kue dan lilin(apalagi kata Miyu sedari siang teman-teman kampus aku nelponin aku terus mo ngucapin ultah, bener-bener bikin aku mo nangis). Piyu Miyu baru aku beritahu esoknya dan selama seminggu aku demam, selama sebulan aku bermimpi buruk, selama dua bulanan teman-teman kampus aku jagain aku(thanks friends, ure always on my side, good times and bad times).
Aku lalu mencari info apa itu ***. Ternyata seperti yang kita ketahui seperti yang ada di TV sekarang-sekarang ini, bahwa itu adalah sebuah organisasi berlabelkan agama tapi ujung-ujungnya uang, diatasnamakan infak, bagi para anggotanya(yang sudah dicuci otak itu) diharuskan menyumbang sejumlah uang secara rutin dan itu berlangsung terus-menerus. Kalau kita seumpama sudah tidak punya uang maka kita wajib mendapatkan uang dengan cara apapun dan diajari memperoleh uang dengan cara apapun juga(astagfirullah, nauzubillahiminzaliq), dan mangsa mereka adalah anak-anak sekolah dan kebanyakan mahasiswa, daerah operasi mereka dikampus-kampus, di toko buku(biasanya mereka suka menyapa sengaja nanya jam atau sekedar ngobrol, hati-hati yah). Mereka nomaden juga(berpindah-pindah) dan paling takut sama aparat keamanan(polisi, tni, dsbnya) jdi biasanya mereka suka iseng nanya seperti kamu punya saudara orang aparat ga, dsbnya, yapz pokoknya gitu deh kudu hati-hati. Apalagi bagi kalian yang punya adik, saudara, teman, dsbnya. Karena pergerakannya cepat banget, cuma sehari, dan kemungkinan menjadi normal lagi sulit. Wallahualam.
Kalau tiap denger berita di TV yang beberapa waktu lalu heboh tentang kasus-kasus serupa, bayangin aku hampir kena kala itu. Allah, aku bersyukur aku selamat.
Dan dirikanlah sholat, sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan jahat, keji dan mungkar
This story happened when I was birthday. And this was the present with full of exam.
Pakabar sha? benar2 mencengangkan ceritanya. Bahasa tuturmu bagus dan tidak dipaksakan. Gimana kalo dibuat cerpen aja.
Selamat ulang tahun ya buat si Piyu, dan buat sha yang kalo nggak salah kurang lima bulan lagi :P
tp saya suka heran sendiri kok banyak yah orang yang ke brainwash sama ajaran2 ga mutu kayak gitu..
tauk dah bingung
salam kenal :D
Oleh bocahnakal ( 02 Juni 2008 06:02:37 )
maka wajiblah kita bersyukur dengan segala yang telah diberikan-Nya. kepada diri ini..
BtW, tak kirain udah dicuci juga Otaknya...:D
itu agama udah lama aku denger....syukur bisa lepas....
@antown: alhamdulillah klo bs mberikn hikmah town:) mksh juga atas pujiannya:) belum pede buat cerpen town hehehe:D
@mysterio: oo itu bkn ke brainwash biasanya, tapi kbanyakn di jebak. Slm knl juga..^^
@bocah nakal: Yupz benar mad:) Hehehehe jgn sampeee euy dicuci otak, ntar jadi bersih gak inget sapa-sapa gimana huhuhu:(