Anda disini : TOP >> diary >> teater BIAS
teater BIAS

Assalammualaikum,

Sekarang di kantor tumben lagi gak ada kerjaan, daripada bengong mending isi blog, yuuuukkkkss:D Cerita apa yah @$#%$^$%&^$@ (lagi mikir:D).

Teater Bias, lama aku gak dengar gaungnya lagi dikalangan teman-teman x-kampusku. Padahal waktu kami mahasiswa teater Bias adalah wadah kreatifitas kami untuk jadi rada-rada caur:D. Teater Bias adalah teater yang sederhana dari anak-anak jurusan kami dulu. Kepanjangan dari Bengkel Seni Arsitektur. Biasanya kalau ada acara atau event yang sederhana kami suka manggung. Waktu jaman kami teater ini lumayan berkibar(bendera kale:D), soalnya gak ngerti deh kami kelebihan energi selain ngerjain tugas-tugas yang seabrek itu mungkin yah jadi pelampiasannya ke nyeni(padahal pusing ma tugas kuliah tuh:D). Konsep teater Bias dulu sebenarnya lebih ke serius seperti akting teater yang butuh skill tinggi, tapi waktu jaman aku teater ini konsepnya lebih ke parodi seperti Project P(soalnya pada gak bisa akting:D). Jadi tumpah ruahlah teman-teman ber-caur-caur ria disana soalnya kan lebih fleksible aktingnya.

Dalam mengisi suatu acara biasanya kami mencari ide apa yang sedang in saat itu, disesuaikan dengan konsep acara yang kami isi, kami buat pembatasan cerita jadinya ceritanya gak kemana-mana, trus kami sisipkan hikmah yang terkandung di dalamnya. Biasanya teman-teman spontan dialognya, kami rekam di tape tiap ada hal lucu atau ada yang cocok kami pilih. Gak lupa juga kami pilih lagu yang sedang in saat itu buat dijadikan soundtrack. Kami rekam dialog dan sountracknya menjadi kesatuan cerita. Lumayan, walau amatiran tapi cukup bikin penonton tertawa terpingkal-pingkal waktu teater Bias pentas. Dan kalau biz manggung yang main dah kayak seleb dicari-cari penggemarnya(gubrakkk) biasanya mereka penasaran yang asli pemainnya kayak gimana sih orangnya soalnya kalau pentas wajah mereka gak kelihatan karena full make up.

Sebenarnya yang paling lucu adalah behind the scene-nya teater Bias alias seksi-seksi operasionalnya. Kami yang wanita memang tidak diwajibkan main teater karena katanya demi menjunjung tinggi nilai wanita(caelaahh, ngerti deh maksudnya apa:D). Tapi kami yang wanita suka main, tapi pas latihannya aja dan itu asli kocak banget. Kami yang wanitanya biasanya berlima suka kasih masukan gaya yang lucu bagaimana, bagusnya dilihatnya bagaimana, dan penampilan yang menunjang itu bagaimana. Biasanya kami gambar kostum yang ok, setting layout sederhana yang bisa menunjang cerita dicari yang simple, sederhana, dan juga sesuai dengan kantong anak kuliahan. Kami biasanya cari barang-barang di pasar Yola Yola. Pasar Yola Yola itu adalah pasar di Senen. Namanya sih bukan pasar Yola Yola tapi kami menyebutnya pasar Yola Yola soalnya abang-abangnya suka ngomong –Ayolah..ayolah..ayolah- (sambil nawarin barang dagangannya) keren kaaannn, jadi kami namakan pasar Yola Yola:D So apa sih yang gak dapat di pasar Yola-Yola asal kalau kesana jangan kelihatan keren jadi dimurahin (hehehehe tapi kalau misalnya dasarnya udah keren gimana yah:D). Disana banyak barang second apa aja ada disana dan tahukah harganya berapa, so pasti bisa terkaget-kaget karena saking murahnya, cocok sama bajet kami kalau mo pentas. Dan benar juga kata teman-teman, selalu ada cara untuk menjadi kreatif, buktinya kami selalu mendapatkan perlengkapan pentas kami walaupun mesti berpanas-panas ria di Senen.

Makin hari nama teater Bias turun diiringi lulusnya kami dari kampus. Sedari dini sungguh berharap ada penerusnya, gak masalah kalau berbeda konsep karena dulu pun kami berbeda konsep dengan yang terdahulu. Pengen lihat teater itu pentas lagi walaupun bukan kami yang memainkannya lagi.

 

Track Back : http://manage.catatanku.com/tb.cgi/203_1075_2008_07

Komentar
Tulis Komentar Anda disini

Judul

Nama Anda

Website




Masukkan kode verifikasi