Assalamualaikum,
Weekend ini Piyu Miyu lagi wisata sabtu minggu jalan-jalan ke Puncak, ultimatum dari beliau –Tidak boleh keluar rumah weekend ini- yaaahhh padahal kan ada pameran buku di Senayan aku kepengen liat-liat. Ya sudahlah, walaupun aku gatel pengen keluar tapi ya dirumah mondar-mandir aja deh, acara tv en radio ga ada yang rame, mo maen komputer aduh engga deh masa weekend buka komputer juga ga seru ah bisa-bisa pusing aku, nonton vcd tapi vcdnya bajakan en vcd aku ga bisa nyetel kaset vcd bajakan karena vcd merk2 tertentu ga bisa buat bajakan(kadang aku pikir sebel deh sm produk yang gak bisa nyetel bajakan karena keping cd itu ternyata ada beda ketebalannya antara cd film yang ori en yang engga ori huhuhuhu dasaaarr Samsung:P), mo tidur dah kenyang tidur, mo baca buku lagi ga mood en semua buku dah aku baca. Ya sudahlah ujung-ujungnya aku buka komputerku juga. Menjelang siang hari mata aku ngantuk, mata sepet kepengen tidur tapi Qimy ga mau ditinggal tidur,karena ngantuk berat aku akhirnya tidur didepan tv bangun-bangun badan aku pegel-pegel hehehe. Sore Piyu nelpon, ngecek aku dirumah (tenang Piyu aku masih di rumah kok hehehehe) ternyata Piyu suruh aku nunggu paket, pantes aku ga boleh kemana-mana, ga lama ada paket datang. Hehehehe jadi malu ngedumel-dumel cuma gara-gara disuruh jaga rumah en jaga Qimy(heran deh da gede dia masih dijagain) hehehe. Paketnya ternyata untuk kami bertiga, terimakasih Piyu Miyu^_^
Sepanjang sore bête, yang boleh keluar Ktu aja, so aku nitip film judulnya Slumdog Millionaire. Begitu datang langsung stel filmnya. Aku kepengen nonton karena film ini menang di Golden Globe 2008, Slumdog Millionaire memang film India tapi ga kebanyakan seperti film India lain yang suka joget-joget (ntah deh aku sdiri jarang nonton film India, kecuali Ktu yg suka bawa dr kantornya, tapi pas aku tanya dia eh blm ada), jadi penasaran dong kenapa film India bisa menang, pasti ada sesuatu kan di film itu. Film ini berkisah tentang seorang pemuda yang bernama Jamal yang ikut acara Who Wants to be a Millionaire. Jamal ini adalah seorang anak jalanan yang tidak pernah mengenyam dunia pendidikan, hidupnya jauh dari layak karena dia hidup diperkampungan kumuh. Tapi anehnya dia bisa menjawab semua jawaban di kuis itu. Apa dia curang? Apa dia beruntung? Apa dia pintar? Bermacam-macam pertanyaan muncul. Jadi ketika tiba pertanyaan terakhir ia ditangkap polisi karena polisi menuduh dia curang. Nah dikantor polisi inilah dia bercerita mengapa ia bisa menjawab semua pertanyaan yang diajukan di kuis tersebut. Karena semua jawaban di kuis tersebut sesuai dengan pengalaman hidup pahitnya selama ini. Ketika misalnya ada pertanyaan yang jawabannya Amitha Bachan ia ingat ia sampai harus menyeburkan diri berenang ke septic tank demi mendapatkan tanda tangannya. Ketika jawabannya busur dan panah yang ada di tangan dewa Rama (padahal Jamal diceritakan adalah seorang muslim India) ia ingat ia melihatnya ketika sedang terjadi tawuran antar agama di India ia melewati kuil sehingga ia bisa menjawabnya. Ketika jawabannya penyanyi buta Suresh karena ada pengalaman pahit ia hampir dibuat buta oleh org2 yg tidak bertanggungjwb yang ingin menjadikannya pengemis buta(karena penghasilan org buta dua kali lebih besar drpd pengemis normal), beruntung ia ditolong Samil kakaknya sehingga matanya tidak diberi air keras agar buta. Ketika jawabanya Benyamin Franklin ia ingat ia suka jadi pemandu wisata di Taj Mahal trus dia suka diberi pecahan uang dollar 100 sama bule, ketika balik pulang ke Bombay untuk mencari kembali sahabatnya yang bernama Talita, ia bertemu teman pengemisnya yg telah buta akibat diberi air keras matanya (setelah hapal lagu Suresh tadi ia dibuat buta pakai air keras sama org2 yg tak bertanggungjwb td, sedih banget) Jamal memberi uang 100 dollar dan teman butanya minta diberitahu pecahan uang 100 dollar gambarnya apa, Jamal bilang -Seorang yang berkepala botak-, yupz dialah Benyamin Franklin. Yaaa gitu deh tiap jawaban dari kuis itu Jamal bisa menjawabnya karena ia punya pengalaman dibaliknya. Jangan diceritain semuanya nanti jadi ga seru dong hehehe.
Tidak harus jadi curang, tidak harus jadi beruntung, tidak harus jadi pintar untuk menjawab semua pertanyaan. Jawabannya karena dia menulis, Jamal ingat semua pengalamannya dari kecil s/d dewasa karena ia menulis, tidak dijelaskan sih dia suka nulis buku harian ato semacamnya tapi diberitahu ini karena menulis. Film ini keren banget penuh pesan mengingatkan kita kepada anak-anak jalanan disekitar kita.
dah lama gak mampir ksini hehee
tapi belum sempet nonton..
duuuh..
berapa film yang belum ditonton niih..
seneng koleksinya aja siih... :D
@Antown: Hai ton pkbrny juga^_^
@Handi: Dvd-nya uda ada, silakeun nntn atuuuhh^_^
tapi ada bagian yg agak gak enak dilihat hehehe...
tapi kok india separah itu ya.. lebih kumuh dari Indonesia
@Achmad: Bole2.., nih:D :D
@Ridu: Iya hampir sm sm Indonesia, cm mrk ga byk utangnya kita byk utangnye hehehe
aku ambil kerumah???:D:D
@Achmad: Ini.. iniiiii..:D :D
@Fiz: Jgn2 mnulis blog kayak Fiz juga yak hehehe:D