meng-aqiqahi dirinya sendiri
Assalamualaikum,
Di rumahku minggu kemarin sedang sibuk mencari tukang kambing, hmm kambing buat apa pikirku, kyanya lebaran haji masih lama deh, mo syukuran juga syukuran apaan, ato lahiran lahiran siapa kagak ada, binun.. Tapi sepertinya orangtuaku semangat banget cari-nya, malah pake acara selektif lagi milih belinya dimana, biasanya memang selektif sih tapi ini dobel selektif, pake acara yang motong sapa, yang masak siapa, mengatur pengajian, undangan, dll. Dan aku semakin ga mengerti untuk apakah gerangan kambing tersebut.
Sha: Memangnya mo ada apa? (Aku bertanya,eh eh eh beliau beliau cuma senyum simpul aja, makin penasaran dong aku). Mo nyembelih 1 kambing kok repot? (Akucandai, ibuku ketawa sambil jawab), 3. (Akukaget). Hah 3?? Banyak-banyak buat apa?
Ibu-ku: InsyaAllah hari minggu acaranya, nanti kamu beresin rumah dari hari sabtu ya, jangan sampai berantakan
Sha: Memangnya mo ada apa sih??
Ibu-ku: Aqiqah wook(sayang)
Sha: Siapa yang mo di aqiqah?
Ibu-ku: Kami. (Aku bengong)
Aqiqah berasal dari kata Aqq yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa aqiqah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa ia adalah rambut yang dibawa si bayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syariat adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan*. Hukumnya aqiqah sunah muakkad.
Biasanya hewan aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, ke empat belas, dan ke dua puluhsatu, ataupun klo tidak mampu maka kapan saja selagi mampu. Anak lelaki 2 ekorkambing, anak perempuan 1 ekor kambing. Itu yang aku tahu, yang aku tahu lagi yang meng-aqiqahi anak ya bapak dan ibunya sebagai tanda syukur kepada AllahSWT. Jadi aku bengong bukan karna akan ada aqiqah tapi karna beliau2 ini meng-aqiqahi dirinya sendiri. Hati nuraniku langsung perang batin. Ya Allah, masa sama ortu-nya(mbahku) dulu ga di aqiqah-in, atopun swaktu mbah dah ga ada kok tetap tidak diusahakan sama keluarga, ko gitu sih. Beliau-beliau ini pasti nunggu di aqiqah-in bahkan sampai setua ini. Di pikiranku sedang protes-protes.Tapi mungkin aku juga harus mengerti bahwa dulu, orang tidak setahu orang-orang sekarang ini, kebanyakan dari mereka tidak tahu aqiqah itu apa, jadi kami maklum. Tapi karna kedua ortuku tahu itu penting sementara untuk meminta tidak mungkin(mbah dah almarhum) ya beliau meng-aqiqahi diri beliau sendiri aja.
Aqiqah adalah syariat yang ditekan kepada ayah si bayi. Namun bila seseorang yang belum di sembelihkan hewan aqiqah oleh orang tuanya hingga ia besar, maka diabisa menyembelih aqiqah dari dirinya sendiri, Syaikh Shalih Al Fauzan berkata: Dan bila tidak diaqiqahi oleh ayahnya kemudian dia mengaqiqahi dirinyasendiri maka hal itu tidak apa-apa menurut saya.* WallahuAlam.
Alhamdulillah orangtuaku termasuk orang yang diberi pengetahuan hingga aku dulu di-aqiqahi, beliau meng-aqiqahi kami walaupun beliau sendiri belum(bagaimana aku tidak terharu cobaaaT_T). Beliau baru tahu bahwa dirinya belum di aqiqahi. Tadinya kami sempat rancu apa boleh aqiqah diri sendiri, apa masih bisa disamakan/disebut dengan aqiqah hingga hal itu bisa ditunaikan, dll. Tapi alhamdulillah ada jalan keluarnya, bisa meng-aqiqahi dirinya sendiri(setelah mereka tanya-tanya ke ustad hal ini boleh adanya, nabi SAW pun meng-aqiqahi dirinya sendiri). Jadilah kami melaksanakannya, hari sabtu dipotongnya, acaranya minggu tadi.
Sudahkah anda di aqiqahi? Atau, sudahkah anak anda di aqiqahi? Smoga perasaan yang dirasakan oleh ayah ibuku tidak terjadi kepada yang lain, walaupun aqiqah hukumnya sunnah muakkad(bukan wajib-> tapi kan mendekati wajib) pasti ada hal yang mengganjal tahu belum di-aqiqah-in karna merasa ada satu yang belum ditunaikan.
Sumber:*http://id.wikipedia.org/wiki/Aqiqah
To:mom n dad i luv u:)